Featured

0 Limewire Ditutup Karena Melanggar Hak Cipta

Limewire, layanan file-sharing musik akhirnya diputuskan bersalah setelah menjalani proses hukum panjang terkait pelanggarannya terhadap hak cipta di industri musik. Pada hari Jumat waktu setempat, Limewire menyatakan secara resmi akan tutup usia selamanya dan hengkang dari kantornya di New York.

Untuk diketahui, Limewire adalah program client peer-to-peer (P2P) untuk file sharing secara gratis yang mendunia dan berjalan di berbagai platform, termasuk Windows, Mac OS X, Linux, dan platform lain berbasis Java.

Ia dikenal sebagai layanan yang mempermudah pengguna Internet untuk menemukan lagu atau file video di Internet. Dahulu, sekitar 10 tahun silam, jika seseorang kesulitan menemukan file musik mp3 lagu favoritnya di Google, ia akan mencari file tersebut di Limewire dan sejenisnya. Klik! Dengan mudah lagu itu ditemukan dan siap diunduh.

Sayangnya, cara seperti itu dinilai ilegal oleh raksasa distributor musik RIAA (Recording Industry Association of America) karena pemegang hak cipta tidak mendapatkan hak atas cipta karyanya. Sementara pengguna secara bebas dan gratis bertukar lagu di Limewire. Alhasil, Limewire dituntut US$150.000, setara Rp1,3 miliar, sebagai dendanya.

"Sebagai hasil dari situasi hukum yang kami hadapi, kami tidak punya pilihan lain selain menutup operasi Limewire Store untuk selamanya," kata Limewire dalam pernyataan resminya, yang dikutip VIVAnews dari Straits Times, Sabtu 4 Desember 2010. "Tanggal 31 Desember 2010 akan menandai tutupnya pintu virtual Limewire Store," imbuhnya.

Tak bisa dipungkiri, Limewire memang merupakan outlet terbesar di dunia, di mana para pengguna Internet bisa saling bertukar file musik, film, dan acara TV secara gratis via Internet. Didirikan oleh Mark Gorton sejak 2000, Limewire telah menjadi duri tajam bagi perusahaan rekaman dunia sampai akhirnya ditutup Desember 2010.
Read more

0 Tips Aman Tinggalkan Balita Dalam Mobil


Kasus meninggalkanya Rico, balita berusia 4 tahun yang tak sengaja tertinggal di dalam mobil kiranya menjadi pelajaran bagi orangtua agar lebih berhati-hati.

Kepala Instalasi Forensik RSU Dr Soetomo dr H Agus Mochamad Algozi SpF (K) menduga, ada kebocoran pipa selang di antara mesin dan knalpot.

Soal kondisi Rico yang ditemukan sudah membiru, Agus menduga, bocah sudah meninggal selama 30 menit hingga 1 jam. "Bila ditemukan sudah kaku, berarti antara 1 hingga 2 jam ia tewas," ungkap dosen di Fakultas Kedokteran Unair itu.

Agus pun berbagi tips bagi orangtua yang terpaksa beristirahat atau meninggalkan anaknya di dalam mobil, yaitu dengan membuka jendela cukup lebar agar ada oksigen masuk ke kabin.

"Kalaupun perlu pakai penyejuk udara, tetap harus membuka celah pada jendela, agar ada oksigen masuk dan CO-nya keluar," tandasnya.

Dia menjelaskam, kasus meninggalnya seseorang di dalam mobil yang tertutup, mayoritas terjadi saat kondisi mesin menyala, penyejuk udara di mobil menyala, sementara kondisi dalam mobil tertutup.

Tapi, bila kondisi mesin dan penyejuk udara mati, sementara kondisi mobil tertutup, patut diduga ada kebocoran," jelas dr Agus kepada Surya semalam.

Ia menjelaskan, kebocoran itu menyebabkan CO (karbon monoksida) hasil pembakaran masuk ke kabin kendaraan. Menurutnya, gas CO yang beracun itu bisa masuk hingga beberapa menit setelah mesin mobil dimatikan.

Meski dalam waktu singkat, gas CO yang terhirup bisa meracuni paru-paru. Keadaan menjadi lebih parah bila kabin mobil dalam keadaan tertutup seperti yang dialami Rico.

Agus menambahkan, keadaan yang sama buruknya bisa juga terjadi apabila mesin dan penyejuk ruangan (AC) dalam keadaan menyala. Dalam kondisi ini, gas yang beredar di dalam kabin adalah CO dan CO2 (karbondioksida). Daya dan waktu peracunan yang dihasilkan pun hampir sama dengan bila di kabin hanya ada CO.
Read more

0 [VIDEO] Di Sinilah Server Dokumen Rahasia WikiLeaks Disimpan


Amazon, tempat WikiLeaks melakukan hosting, berhenti memberikan layanannya sejak Rabu (1/12/2010) lalu. Namun, WikiLeaks yang dikenal dengan sebutan situs whistle blower, memiliki server baru untuk dokumen super rahasia yang mereka miliki.

Dilansir CNN, kini WikiLeaks, menmukan rumah baru untuk menjalankan dan menyimpan seluruh dokumen itu. Sebuah bunker dari masa perang dingin, dan terletak di pegunungan Swedia serta digambarkan mirip dengan film ala James Bond.

Perusahaan yang bernama Bahnhof ini menjadi hosting WikiLeaks dalam sebuah gua di White Mountain, dekat Stockholm, Swedia.

"Jika pendiri WikiLeaks Julian Assange mencoba menjadi Bond yang dibenci, ia sudah berhasil karena setelah serangan terhadap situs itu membuatnya menyimpan semua data di tempat yang mirip dengan bunker persembunyian super canggih ala perang dingin dan tak bisa dilihat," demikian tulis MIT Technology Review.

"Pusat data ini akan menyimpan data WikiLeaks di kedalaman 30 meter di dekat bunker nuklir era perang dingin dan terletak di sebuah lembah dipenuhi batu cadas di Stockholm. Servernya menggunakan satu pintu masuk dan dilindungi pintu metal dan generator yang diambil dari kapal selam Jerman," tulis Forbes.

Ini videonya: 
Read more

1 Akibat Kejang Lebih Dari 50 Kali Sehari, Bocah Ini Terpaksa Kehilangan Setengah Otaknya

Seorang balita dengan kelainan saraf langka terpaksa kehilangan setengah otaknya setelah menderita kejang hingga 50 kali sehari. Katie Verdecchia, 2 tahun, memiliki sindroma Aicardi, sebuah kondisi bawaan yang ditandai hilangnya penghubung dua sisi otaknya.

Orangtua Katie, Maryalicia dan Brian, pertama kali menyadari ada yang salah dengan putri mereka saat Katie mulai mengalami kejang singkat pada april 2008, satu bulan setelah kelahirannya. Yang mengkhawatirkan, kejang yang dialami Katie bisa puluhan kali per hari, bahkan hingga 50 kali sehari.

Serangkaian tes medis akhirnya mengungkap Katie mengidap sindroma Aicardi, penyakit sangat langka. Diperkirakan, sindroma ini hanya diidap 500 orang di seluruh dunia. Kondisi ini menyebabkan kejang harian dan menghambat pertumbuhan anak. Dokter juga mendeteksi lesi di belakang salah satu retinanya.

Pengobatan dengan obat-obatan tak berpengaruh banyak. Rumah sakit telah akrab dengannya sejak awal kehidupan Katie. Kendati harus tumbuh dalam masa sulit, kedua orangtuanya mendukung pertumbuhan sang buah hati dengan berbagai cara. Dia belajar berjalan dan mengucapkan kata pertamanya di ruang perawatan anak University of California Medical Center.

"Kepribadiannya terus tumbuh dan dia merespon jauh lebih baik dalam bermain dan berkomunikasi. Ia telah banyak tertawa dan melakukan kontak mata," tulis sang ibu dalam blognya seperti dikutip dari Daily Mail.

Namun, kejang selama 24 jam akhir Agustus lalu membuat risiko kematian Katie kian besar. Pada September, para ahli saraf dari University of California Medical Center menyarankan untuk melakukan hemisferektomi, operasi pengangkatan sebagian bagian otak.

Pada 22 November, operasi dilakukan selama delapan jam. Operasi berhasil mengangkat otak kanannya yang tidak berfungsi karena terputusnya hubungan di antara otak kanan dan kiri. Beberapa jam setelah operasi, Katie sempat kritis. Namun, secara berangsur keadaannya membaik. Sang ibu berkata, "Saya tetap berpikir positif, karena akan mempengaruhinya. Saya harus kuat untuk anak saya."
Read more
 
Powered by Blogger