BISNIS PROSTITUSI ONLINE KEYKO BEROMSET 25 JUTA RUPIAH PER HARI

BERITA POPULER - BISNIS PROSTITUSI ONLINE KEYKO BEROMSET 25 JUTA RUPIAH PER HARI. Ibarat layanan perbankan, Yunita alias Keyko juga memiliki konsumen prioritas. Pelanggan tipe tersebut dikategorikan dengan istilah ”platinum”. Diduga, mereka yang masuk dalam kategori itu merupakan pria hidung belang yang berkantong tebal. Nama platinum tersebut terdapat dalam grup di Blackberry Messenger (BBM) milik Keyko. Ada sekitar 22 orang yang masuk dalam grup itu. Berdasar penuturan para anak buah Keyko, mereka memang kerap melayani tamu dari kalangan menengah ke atas.

Kebanyakan pria hidung belang itu berprofesi sebagai pengusaha dan artis dengan usia 40 tahunan. Pelanggan platinum adalah konsumen tetap yang biasa memesan lebih dari satu gadis sekaligus dalam sekali kencan. Layanan yang diberikan untuk pelanggan itu bukan sekadar layanan short time, 15–30 menit. Mereka biasa diacarakan (sebutan untuk order kencan) untuk pesta seks. Lokasi yang paling sering dipakai adalah Bali. ’’Jika tidak pesta, ya kami dugem bersama. Tapi, saya jarang bisa karena ordernya kejauhan,’’ ujar Dinda, nama samaran salah seorang anak buah Keyko yang berasaldari Karawang.

Dinda menyatakan, menurut sejumlah kawannya, Keyko biasanya memasang tarif Rp 10 juta per orang untuk pesta seperti itu. Anak buah yang dikirim ke acara tersebut dipilih sendiri oleh pemesan. Dalam transaksi seperti itu Keyko menawarkan beberapa anak buahnya yang berstatus ”ready”. Jika pelanggan kurang cocok, Keyko sanggup mencarikan perempuan yang sesuai dengan pesanan.

Untuk hal seperti itu, biasanya Keyko memanfaatkan jaringan mucikari yang memiliki anak buah lady escort (purel). Mereka didatangkan dari Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Anak buah dengan latar belakang purel bisa sewaktu-waktu menerima order dari Keyko. Mereka tidak seperti anak buah yang berprofesi sales promotion girl (SPG), mahasiswa, atau model.

Untuk acara di luar kota, seperti di Bali, Keyko meminta biaya tambahan untuk akomodasi anak buahnya. Dia juga memintakan fasilitas mewah untuk para anak buahnya. Misalnya, tiket pesawat pulang-pergi dan penginapan. Praktik prostitusi high class semacam itu jarang terendus polisi karena lokasi pesta yang dipilih sangat private. Pelanggan platinum biasanya menyewa apartemen dengan ukuran besar (tipe penthouse) yang memiliki lebih dari tiga kamar tidur.

Selain di apartemen, anak buah Keyko yang dipesan pelanggan platinum diacarakan di hotel-hotel berbintang. ”Tidak pernah kami mendapatkan order di hotel-hotel short,” ujar Sherly, salah seorang anak buah Keyko yang diperiksa sebagai saksi di Polrestabes Surabaya.

Di Surabaya ada beberapa hotel dan service apartment yang kerap dipilih sebagai tempat kencan. Tempat-tempat itu bisa disebut penginapan premium. Lokasinya berada di pusat kota. Ada juga yang berada di Surabaya Barat.

Polrestabes Surabaya masih mengembangkan penyelidikan kasus itu untuk mengungkap keberadaan anak buah Keyko lainnya. Polda Jatim pun mulai ikut turun tangan dengan membuat regulasi tentang pernyataan ke media massa yang hanya boleh satu pintu, yakni bidhumas. ’’Memang benar bahwa penyelidikan kasus tersebut masih dikembangkan untuk mengungkap seluruh jaringan yang belum tertangkap,’’ ujar Hilman kemarin.

Berdasar catatan polisi, ada sebelas mucikari jaringan Keyko yang belum tertangkap. Mereka tersebar di kota-kota besar di Jawa maupun di luar Jawa. Khusus untuk Surabaya, Keyko biasa bekerja sama dengan enam mucikari. Dua di antaranya ditangkap polisi, Lanny alias Nonik dan Gloria alias Nonik Palsu. Keduanya memiliki sekitar 170 anak buah yang berlatar belakang SPG dan purel.

Sebagaimana diberitakan, Senin lalu (10/9) Satreskrim Polrestabes Surabaya merilis kasus pengungkapan bisnis prostitusi kakap yang digawangi Keyko. Bisa dibilang, bisnis tersebut berskala nasional karena Keyko memiliki sekitar 1.900 anak buah yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.

Keyko melibatkan sejumlah mucikari di daerah-daerah dalam menjalankan bisnisnya. Mucikari tersebut memiliki anak buah dari beraneka profesi dan latar belakang. Dalam sehari dia bisa menerima sekitar 50 order dengan omzet mencapai Rp 25 juta. Dia cukup menjalankan bisnisnya melalui beberapa perangkat BlackBerry.

comment 0 comments:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger